Diet intermittent fasting tengah banyak dilakukan sekarang ini. Orang-orang melakukan diet tersebut untuk mengurangi berat badan dan mengatur waktu makan. Menurut penelitian, intermittent fasting memang memiliki beberapa manfaat positif, seperti dapat menurunkan berat badan, menurunkan faktor resiko penyakit jantung, meningkatkan sensitivitas insulin, hingga mengontrol gula darah dalam tubuh. Tapi, selain memiliki manfaat yang positif, ternyata intermittent fasting juga memiliki efek samping untuk tubuh. Berikut adalah beberapa di antaranya.
Peningkatan rasa lapar
Merupakan hal yang wajar jika rasa lapar menjadi salah satu efek samping yang terjadi saat melakukan intermittent fasting. Ketika kamu mengurangi asupan kalori dalam tubuh, peningkatan rasa lapar mungkin bisa terjadi. Tapi jangan khawatir! Gejala lapar akan hilang jika tubuh sudah mulai beradaptasi dengan pola puasa yang teratur.
Sakit kepala dan pusing
Sakit kepala juga merupakan efek samping yang umum dari diet puasa, dan gejala ini biasanya terjadi selama beberapa hari pertama rejimen. Sebuah tinjauan tahun 2020 mengamati 18 studi tentang orang yang menjalani rejimen puasa. Dalam empat studi yang melaporkan efek samping, beberapa peserta mengatakan mereka mengalami sakit kepala ringan. Menariknya, para peneliti telah menemukan, sakit kepala saat puasa terletak di bagian depan otak dan rasa sakitnya biasanya ringan atau sedang.
Masalah pencernaan
Pengurangan asupan makanan memang dapat berdampak negatif pada pencernaan, seperti menyebabkan sembelit dan efek samping lainnya. Selain itu, perubahan pola makan juga dapat menyebabkan masalah seperti kembung dan diare. Konsumsi makanan bernutrisi yang kaya serat saat periode makan akan membantu mengatasi masalah sembelit.
Perubahan suasana hati
Beberapa orang mungkin mengalami iritabilitas dan gangguan suasana hati lainnya saat mereka melakukan intermittent fasting. Ketika gula darah kita rendah itu dapat memicu rasa kesal dan membuat kita lebih mudah marah. Sebagian ahli medis menjelaskan bahwasanya, efek samping dari intermittent fasting adalah suasana mood yang naik turun. Perasaan tertekan, masalah tidur, bahkan kerusakan organ jika durasi intermittent fasting yang dilakukan cenderung ekstrem.